About Us (Part 6)


“Yaa!! Kim Hyun Ah, aku tau kau bodoh. Aku paham, sangat paham. tapi kumohon jangan KETERLALUAAN!! siapa lagi sahabat mereka?” aish, aku di bentak Shinhwa, galaknya manusia ini, suaranya sangat keras

“oh, arasso. member super junior, dan cnblue kan? oKEY” ku lihat shinhwa sptnya kesal dengan ucapanku & dia melangkah keluar pintu sambil menggerutu

“hoi, bagaimana haerin? sukses?” aku bertanya hal yang membuat aku menangis di taman tadi hingga aku di temukan olah babo sunbae

“hmm…” shinhwa tidak berkata apapun dan langsung keluar rumahku, namun 2 jempolnya yg mengacung di akhir menjelaskan semua. ya dia berhasil mendapatkan haerin

“semoga kalian bahagia” ucapku padanya, yang sudah pasti tak dia dengar. Ternyata aku hanya takut kehilangan Shinhwa sebagai sahabat sekaligus kakakku. Setelah kejadian tadi, aku sadar dia adalah milikku, kakakku, sahabatku, selamanya. Tak akan ada yang berubah. semoga

 

** keesokan harinya (hari ke 1)

aku mencari donghae kemana-mana, kata mereka ia masuk, tapi aku tak berhasil menemukannya

** keesokan harinya (hari ke 2)

aku terus mencarinya, bahkan menunggu di depan kelas. ternyata dia pulang 1 jam yg lalu. shinhwa dan haerin melihatku aneh. kyuhyun juga, teman2 yg lain juga

** 2 hari kemudian (hari ke 4)

“yaa, babo yeoja. tuk apa mencari donghae?” shinhwa bertanya padaku sambil bermanja2 dengan haerin

“datanglah ke rumahnya, tapi apa kau tau rumahnya?” haerin menghampiriku dan menepuk pundakku. meninggalkan shinhwa yg sedang bersender di bahunya dengn bibirnya mencibir

“aniyo, haerin-ah” jawabku singkat

“hei, bodoh. carilah ke atap gedung 2. mungkin masih disana, tadi aku melihatnya dari lapangan” yes, kyuhyun akhirnya berguna

“mwo? Arasso. Gomawo, Kyu” aku bangkit dari kursiku, dan berlari ke koridor, aku harus menemukannya

 

** di atap gedung 2 **

“donghae-ah, donghae-ah, kau dimana, donghae, jawab aku!!” aku berteriak sehingga suaraku menggema

“haah, berisik!! ada apa!!” tiba2 muncul sesosok namja dengan pakaian berantakan

“donghae?? kau sedang apa disini?” aku kaget dan menuju ke tempat dia tiduran pelan-pelan

“seharusnya aku yang bertanya! kau itu kenapa beberapa hari ini mencariku. setiap ku cari balik, aku tak pernah menemukanmu!! mau cari mati kau !? hah??” oh ternyata dia juga mencariku, pantas kita susah bertemu

“ani, ani, ku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang waktu itu. aku belum sempat berterima kasih kau sudah pergi. maaf merepotkan. ya sudah aku pergi, aku tak ingin mengganggumu” aku bungkuk tuk menujukkan rasa hormat dan terima kasihku padanya. baru saja aku ingin melangkah pergi, donghae menarikku, dan memelukku

“jangan pergi. Disini saja” pelukannya semakin erat, dan membuatky sesak

“ss….ee…ssaaak. le…phaas..khaan” akhirnya dia melepaskan pelukannya, dan aku sedikit menjauh, lalu menatapnya *tangan di pinggang*

“hoaaaah” aku sesak sekali tadi

“aku tak tau mengapa kau benci soshi, terutama suju. Hmm, mau dengar aku bernyanyi?” aku ingin menghiburnya, sptnya dia sedang sedih

“ah, pasti kau akan menyanyi snsd atau suju” gerutunya

“geurae!!! aku adalah anak dari KIM JOONG WON aka YESUNG” suaraku  meninggi dan menegaskan kata-kata itu agar lain kali ia tdk mengejekku

“ara, ara, silahkan, nyanyilah sesukamu” dia duduk dan mendengarkan. Aku menyiapkan IPodku, di dalamnya banyak instrument lagu Super Junior, dan SNSD. Aku bisa menyanyi bersama alunan musik ini dengan baik

Oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
I gil kkeuteseo seoseongineun na
Dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
Naneun tto I gireul mutneunda

Neol bogo sipdago
Tto ango sipdago
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

Niga animyeon andwae
Neo eobsin nan andwae
Na ireoke haru handareul tto illyeoneul
Na apado joha
Nae mam dachyeodo joha nan
Geurae nan neo hanaman saranghanikka

Dia diam memperhatikan aku bernyanyi. aku memperhatikannya. dia menunduk, dan “menangis” ? mwo?

“nee, donghae, gwenchana yo?? Ara, ara, mian. aku tak akan menyanyi lagi, aku pergi saja” aku takut dia mengamuk, aku mundur beberapa langkah, tapi dia menggenggam tanganku, dan memelukku. kali ini halus, lemah, dan hangat

“maaf selama ini menyusahkanmu. maaf selama ini menyakitimu. mianhae, jeongmal minhae, hyuna!” **deg deg** astaga seperti ini lagi

“nee, gwenchana, sudah, lupakan saja. aku cukup kuat tuk itu” aku balik memeluknya

“tidak pernah ada gadis menyanyi sehalus itu untukku” dia melepas pelukannya

“aku ingin bernyanyi satu lagi. Diam, dan dengarkan!!” aku menyetel lagu oemma-ku dan aku sedikit dance. mungkin akan tersenyum, atau dia akan tertawa?

Ttok baro hae neon jeongmal bad boy
Sarang bodan hogi shimppun
Geu dongan nan neo ttaeme kkamppak
Sogaseo neomeo gan geoya

Neon jaemi eobseo maeneo eobseo
Neon devil, devil neon neon

Ni haendeu pon sumanheun namja
Han geuljaman bakkun yeoja
Nae kokkaji yeokgyeo un perfume
Nugu geonji seolmyeong haebwa

“hahaha. Ya Tuhan, Kau ahli. Sungguh. 2 thumbs up for you, girl” yes, donghae tertawa padahal belum sampai akhir, jadi ku putuskan berhenti. Hmm, mungkin menertawakanku. Hah, cukup mempermalukan diriku

*bayangkan Hyuna dancing Run Devil Run dengan rok pendek*

“ah, sudah. Kita pulang ya” aku merapikan IPod, dan tasku dengan tampang murung. Omo ni, appa oemma, oettokke *sedih*

“kajja, ku antar kau sampai rumah. oKEY??” dia menggenggam tanganku, menuruni tangga, entah kenapa aku mulai terbiasa, atau apalah. di luar sana aku sadar sedang di amati puluhan murid, termasuk Haerin, Shinhwa, dan Kyuhyun

*You’re my angel, whisper softly. Dajunghan soksagimeun “i love you, everyday”* hpku berbunyi. nada dering hpku khusus Shinhwa

“yaa! kalian sedang apa mengintip. banyak sekali” aku sengaja begitu karena shinhwa meloudspeaker telponnya

“woaaah, kabuur. cepet cepat”

“astagaa, mati kita”

“ayoo pulaang”

aku mendengar suara gemuruh. tak lama kemudian aku dan donghae melihat banyak sekali murid berhamburan menuju gerbang, dan keluar sekolah

 

“mwo?? ada apa? aku tak tau ada acara di sekolah? Kenapa jam segini masih ramai sekali?” donghae kebingungan dengan sekitar, aku pura-pura tidak tau

“keluarlah, kita pulang bersama” aku kembali menelpon shinhwa. lalu dari jauh shinhwa, kyuhyun, haerin terlihat. Shinhwa dari jauh tatapannya tajam ke arah kami

“ah, kau!! mi..mianhe aku tak bermaksud” donghae kaget melihat shinhwa, dan langsung melepas tanganku

“sudahlah, tak uasah ragu menggenggam tangannya. jika tangannya kasar, aku belikan penghalus. atau kita ke rumah sakit, geruk saja, itu lebih mudah” kyuhyun mengejekku, seperti biasa, dia sahabat baruku disini, sangat amat baik, dan peduli padaku. Tampan, sangat tampan, tapi kata-katanya, jebal, membuatku ingin bunuh diri saja, kejam

“sudah sudah, kita pulang yaa” shinhwa mengajak

“benar, sudah sore. ah, bagaimana kita mampir ke Fishy Blue Café?? yaa, donghae-ah, aku sering melihat disana, apa yang kau lakukan disana??” haerin melunakkan keadaan

“hmm, oemmaku yg memiliki cafe itu?” donghae menjawab singkat

“hee??”

“mwoo! Fishy Blue?”

“haah?”

berbagai ucapan kaget dari ku shinhwa kyu dan haerin membuat donghae menunduk. tentu saja, Café itu besar, sangat besar.

 

To Be Continued🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s