Tiramisu (part 6)


Kyuhyun
aku masuk ke dalam, ku lihat Minhyuk, alat yg di pakainya menunjukan tanda garis lurus, & Hyuna? spt orang gila teriak-teriak gak karuan “kenapa? kenapa kau pergi? bukankah kau berjanji akan selalu disampingku tadi? hah!! minhyuk, kau jahat!” dia menangis dlm pelukku “sudahlah, dia tak suka kau menangis, dia ingin kau selalu tersenyum, hargailah keinginannya” aku berusaha menenangkannya tapi “ya!! hyuna, babo! hyuna, hyuna! hyuna!” dia pingsan

“yesung-ssi, tolong Hyuna, cepaat” aku sangat panik “taruh ia disini, pasangkan, alat itu, ambil stetoskop” yeseng-ssi sibuk memeriksa, Minhwa menangis sesengukan “Ya Tuhan, aku sudah ambil adikku, jgn kau ambil dia” suaranya sangat pilu, mataku tertuju pada Hyuna, dokter menggunakan alat pacu jantung karena jantungnya sempat berhenti. setengah jam kami di dlm ruangan menunggu Hyuna “Hyuna terkena serangan jantung” wajah yesung-ssi pasrah “lalu bgmn keadaannya? anakku baik-baik sajakah, dokter?” aku seakan-akan mati mendengar Hyuna terkena serangan jantung “keadaannya tidak apa-apa, tapi…. dia koma. saya minta maaf. maaf, Kyu” kami mendengarkan dengan sangat amat baik “Hyuna koma” ya, itu yg terucap dlm bathinku. Ny & Tn. Kang, Minhwa, ahjumma & ahjussi, termasuk suster2 yg membantu kami menangis melihat mereka. Ya sekarang mereka berdampingan berdampingan, bedanya adalah Minhyuk sudah meninggak, dan Hyuna? dia di ambang, dia koma.

* 2 minggu kemudian *
autor
Hyuna terkena serangan jantung karena kepergian Minhyuk di hari jadinya yang ke 18. di tambah lagi dia koma. Kyuhyun setia bersamanya selama 2 minggu ini, sesekali Minhwa, Tn & Ny. Kang, & orang tua Hyuna menemaninya

Kyuhyun
aku sakit melihatnya begini, Tuhan jangan kau ambil dia, aku sangat membutuhkannya, aku mencintainya, izikan aku membahagiakannya “hey babo, kpn kau bangun. tdk kah kau merindukanku??” aku menatapnya, dan tdk lama kemudian aku terkejut, dia sadar “Hyuna, kau sadar, terima kasih Tuhan” tp matanya memandang lurus ke depan, kosong “yesung-ssi, suster, minhwa, Hyuna sadar, Hyuna sadar” teriakku, tak lama kemudian semuanya masuk, & yesung-ssi memeriksa Hyuna & tersenyum “syukurlah, kau sudah sadar, sudah 2 minggu kau disini” tapi Hyuna tdk merespek, tatapannya pilu, & matanya kosong “apakah dia msh shock minhyuk?” tanya Minhwa pd yesung-ssi, & yesung-ssi hny tersenyum “ya, sptnya begitu. aku berpikir saat itu hatinya pst sangat terluka sehingga doa bisa koma” mendengar pernyataan itu kami semua terdiam

aish, aku hanya bingung, kenapa Minhyuk pergi di saat ulang tahunku? tuhan memberi kado macam apa? aku selalu ke gereja bersama minhyuk, tidak pernah tidak. tapi kenapa Tuhan tetap mengambilnya, ya? Kyu, aku sedih” aku, Minhwa, yesung-ssi, & para suster sangat kaget dg apa yg Hyuna ucapkan barusan. matanya sayu, air mata keluar. Minhwa menghampiri Hyuna, dan menepuk bahunya “sudahlah, Hyuna, jangan kau perberat Minhyuk pergi. sudah 2 minggu kau koma, jgn tambahkan sakit pada dirimu. kasihan badanmu, saeng”

“mworago? 2 minggu? Ya Tuhan. aku ini apa ya, tidak bangun selama itu?” Hyuna kaget, tapi aku Minhwa, Yesung-ssi, & suster2 yg merawatnya jauh lebih kaget lg. dia sudah bicara banyak “aigoo, Hyuna, bogoshipo” aku memeluk Hyuna, & Hyuna tersenyum manis padaku
—–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s