My Little Princess


cast : Changmin (TVXQ!), Minho (SHINee), Ryeowook (Super Junior), Chaerim (fiction)

 

yaa!! hati-hati, babo yeoja” —jegeeerrr— tabrakan itu langsung membuat adikku tersungkur. tidak ada darah, tapi….

>>flashback<<

namaku Shim Changmin, & adikku Shim Chaerim. kami tinggal di perumahan mewah di seoul. aku mempunyai 2 sahabat, Kim Ryeowook & Choi Minho.

aku duduk termenung melihat bintang di kamar Chaerim. kamarnya memiliki plavon tuk ke atap

“oppa, kenapa kau melamun” tanya chaerim
“ani, bukan melamun. tapi sedang berpikir” jawabku sambil tersenyum
“mwo? oppa? yaa! kau jrg berpikir, nanti bintang jatuh semua jika kau berpikir” ejek Chaerim sambil berkacak pinggang
“yaa!! kau pikir yg mengajarimu selama ini siapa” bentakku sedikit kesal

“hahaha, mianhae. aku bercanda oppa” di mencium pipiku, & memelukku

Chaerim, dia gadis yg periang. aku sangat menyayanginya, adikku yg ramah & baik hati, malaikatku, bagian dari hidupku

“oppa” tanyanya sambil menggelayutiku
“waeyo”
“hmm…” dia berhenti sejenak
“waeyo, Chaerim-ssi” Tanyaku ulang
“ani, aku hanya….  takut” dia memelukku erat
“takut? pada siapa? ada yg menyakitimu” jawabku kaget, dia sangat beda, kata-katanya membuatku panik
“ani, oppa. aku takut bukan terhadap orang”
“lalu??”
“kematian” jawabnya singkat & jelas.

“kematian?? Maksudmu? kata-kata kematian membuat aku seperti bernapas, gadisku mengucapkan hal yang aku benci

“saranghae oppa. aku suka memelukmu dari belakang. aku suka memakan choco pasta bagian wookie oppa, aku suka berbelanja bersama Drama oenni, aku suka photo bersama oppa, minho oppa & wookie oppa, aku suka melihat kau belajar, aku suka semua” ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya

“yaa!! umurmu baru 16, jgn bicara yg bukan2” bentakku padanya, tp dia tdk menangis. biasanya dia menangis jika aku bentak dia seperti ini.

“lihat oppa, aku memakainya” dia menunjukkan cincin yang tempo hari ku belikan untuknya
“kau bilang, kau akan memakainya ketika ulang tahunmu ke 17? Kenapa kau pakai cincin itu sekarang?” tanyaku pada Chaerim yang sedari tadi memandangku

“ani, hanya takut gak bisa. takut suatu saat tak bisa memelukmu, berphoto denganmu, apalagi memakai cincin ini di hadapanmu, dan berkata –lihat oppa, aku memakainya-” jawabnya
“aish, sudahlah” aku mulai emosi dengan semua kelakuan & perkataannya

“yaa!! aku & minho sudah menunggu 15 menit di taman, dan kalian tidak datang-datang. dasar, namja & yeoja gila!” teriak wookie kesal dari bawah. kami memang janjian bertemu di taman, mungkin bagi orang lain rutinitas kami aneh, tapi kami selalu ke taman & bernyanyi bersama, dan kami senang.

“hahaha. mianhae, oppa. omo na, minho oppa, kau manis sekali dengan jaket kuning itu. saranghaeyo” chaerim memang cerewet, dia sayang sekali pada minho, tapi sebagai kakak. Bahkan menurutnya, dia harusnya jadi adik minho. hahaha
“gomawo, chagiya. ayo turun. kau tega membuat oppamu ini menunggu” balss minho yg memberikan seperti kissbye pada chaerim

“baiklah kami turun. hey, chaerim-ssi, bawa buku itu, kita nyanyi lagu westlife saja, aku bawa gitar” perintahku pada chaerim sambil menunjuk buku yang bertuliskan WESTLIFE
“arasso, oppa. kkajja” ia menggandeng tanganku, entah kenapa hatiku merasa dingin. aku kepikiran dengan apa yg chaerim katakan barusan
—-

**di taman**

saying i love you. is not the words i want to hear from you” minho & wookie menyanyikan lagu itu tuk chaerim. chaerim sangat suka wookie, dia berpikir tahaknya wookie lebih merdu dari suaraku. mworago?? dasar, bodoh. Aku saja kakaknya, jarang, bahkan tak pernah dia puji. huuh.

“omo, minho oppa & wookie oppa, suara kalian membuat aku gila. yaa!! changmin oppa, permainan gitarmu indaah, saranghaeyo min oppa” dia datang & memelukku, hangat, sangat hangat.

sedari kemarin sikapnya berbeda. sering sekali menciumku & memelukku di depan umum. bahkan di depan Dara, pacarku. untung Dara sudah terbiasa bersama Chaerim.

“kau hari ini sangat cantik, chaerimku” ucap wookie sambil mengacungkan 2 jempolnya
“dan sangat berbeda. dari tadi kau memuji kami, dan bicaramu jad ilembut. tidak seperti biasanya, yang sangat….” belum sempat minho melanjutkannya kami semua sudah tertawa, karena kami tau maksudnya apa “seperti boom meletus, duaaarr” lanjut chaerim sambil tersenyum, dan memeluk minho

hmm, karena aku takut tak bisa seperti ini lg, takut tak bisa bersama kalian. saranghae oppa” dia mengucapkan itu lagi, lalu memeluk erat minho, wookie, dan aku

“yaa! babo yeoja! rumahku hanya beda 2 rumah!” jitak wookie pada chaerim
“betul, rumahku saja di belakang rumahmu, arasso, chaerim-ssi” lanjut minho dengan nada kesal & menunjuk-nunjuk rumah kami. Minho adalah tipe orang yang tidak suka dengan kata-kata andaikan, ya yang seperti di ucapkan Chaerim tadi

changmin oppa, apa aku cantik?” tanyanya padaku
“tentu saja, kau adikku” jawabku
minho oppa, apa aku baik?”
tanyanya lagi
“kau baik, ramah, ceria, dan hangat” minho menjawabnya dg senyumnya
“dan cerewet. kau spt oemmaku di sekolah. hahaha” sambung wookie yg langsung memeluk chaerim

chaerim, ku mohon jangan bicara seolah-olah kau akan pergi meninggalkan kami” pintaku pada chaerim

“ani, oppa, jeongmal saranghaeyo. aku tak mau pergi kemana-mana. aku akan disini bersama kalian” jawabnya dengan senyuman malaikat kesukaanku, lalu dia menghampiriku, memelukku, dan mencium pipiku lama sekali. aku memeluknya erat. Minho & Wookie hanya tertawa melihat tingkahnya hari ini

“kkajja kita pulang, sudah jam 10 mlm” ia lihat jam tangan yg kemarin baru di belikan oleh Dara, dia sangat suka ungu

 

“oke, kita pulang. bawa bukumu. changmin, bawa gitarmu. aku bawa tikar, wookie bawa rantangya. Hei, bsk kita ngumpul ya, aku buatkan choco pasta kesukaanmu, oke Chaerim?” ucap minho, lalu chaerim berbalik dan memeluknya minho erat

“yaa! tikarnya jatuh, chagiya! hahaha. baiklah kubuatkan dobel tuk mu” minho begitu kaget chaerim tiba-tiba memeluknya lg dan aku melihat seberkas sinar putih di wajah chaerim & aku langsung terdiam, ada apa sebenarnya!!

“waeyo, min?” wookie menepuk pundakku

“ah, aniyo, kkajja” senyumku pada wookie, minho, & chaerimku

“chaerimku, jgn lari-lari nanti kau jatuh” wookie memperingatkan chaerim
“dia terlalu senang karena minho akan membuatkanya choco pasta. hahaha” gerutuku

oppa, aku sayang sekali pada kalian. sarangaeyo, oppa. yeongwonhi” dia berjalan cepat mundur, merentangkan kedua tangannya dan tersenyum cantik pada kami

yaa!! hati-hati, babo yeoja” bentakku

tiba2 ada mobil dari tikungan yg melaju kencang & menabrak chaerimku hingga terpental

*chiitt* –jegeeerrr—

“chaeriiimm” kami semua berteriak & menghampirinya

tabrakan itu langsung membuat adikku tersungkur. tidak ada darah, tapi lehernya patah karena terbentur pinggiran aspal. kami semua panik, & orang itu langsung membantu kami membawa chaerim ke rumah sakit

**di rumah sakit**

“yaa!! wookie jangan nangis. namja apa kau!!” minho yang berusaha menenangkan wookie yang terus menangis, dan aku? aku hanya diam memikirkan chaerimku. Bagaimana Chaerimku? Apakah ini alasannya dia bersikap aneh dari kemarin? Apakah ini makna seberkas sinar putih tadi?

aku, minho, wookie menunggu di luar ruangan UGD, tak lama dokter keluar dari ruangan
“yang mana keluarga pasien?” tanya dokter sambil melepas masker
“aku kakaknya” jawabku sambil berdiri
“kami juga, dok” minho & wookie menyaut

“maaf, tuan, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi …” belum selesai dokter bicara, minho meninggakan kami, dan masuk ke ruangan dengan wajah marah. wajah yagn tak pernah aku lihat selama beberapa tahun ini

“yaa!! kemana kau?” bentak wookie, kemudian mengikuti minho ke dlm menemui chaerim

“adik anda, sudah tidak bernyawa ketika di bawa kesini. tulang lehernya patah, sarafnya sudah rusak. luka parahnya di dlm. benturan benda tumpul yang ia alami sangat….” dokter itu menunduk tanpa meneruskan kata-katanya. Aku sudah paham, aku hanya tersenyum dan ikut terdiam.

“yaa!! babo yeoja, bangun! hey, kau ingin pasta tidak!! bangun cepat. yaa!!!” aku mendengar teriakan minho, aku langsung masuk ke dalam.

di dalam aku melihat wookie & minho sedang menangis, dan adikku Shim Chaerim yang sudah tiada, dengan senyuman malaikatnya

1 bulan lalu aku ingat dia pernah bertanya hal yang membuatku juga bertanya-tanya

>flashback<
“oppa, oppa, oppa, kita kan saudara kandung. boleh tidak ciuman?” tanyanya ketika aku memberikan cincin saphire blue di atap waktu itu
“ciuman? boleh. toh kita kakak adik” jawabku
“ani, ani, maksudku di bibir?” dia bertanya itu sambil memegang bibirku

“hahaha. aku tak tau. suatu saat kita coba ya, chaerim-ssi. biar aku yg dapatkan ciuman pertamamu” jawabku sambil memeluknya
“ne, arasso, oppa” dia menyenderkan kepalanya pada bahuku
>flashback end<

aku menangis, tapi tak bisa selepas minho & wookie yang sudah tak bisa berteriak lagi karena kehabisan suara. Dan air mataku menetes di pipi kiri malaikatku

“apa kau ingin aku mengabulkan permintaanmu yg itu, chaerim?” tanyaku padanya yg sudah tak mungkin bisa menjawabku lagi

ku dekatkan tubuhku padanya, ku peluk erat dia. ku cium pipinya, lalu ku cium bibirnya. minho & wookie hanya diam melihatku

“lihat, boleh kan. tidak apa-apa. ciuman pertamamu untukku ya. pergi dengan tenang, jaga oemma & appa kita disana. tunggu aku suatu saat nanti. aku juga akan bersemangat tuk bagianmu. pasti” lalu aku menangis keras, memeluknya erat “yaa!! berani kau meninggalkan aku, hah!! aku hrs blg apa pada Dara? oemma? appa? ahjumma? ahjussi? Key? yaa!! kau msh 16 tahun, Shim Chaerim!!” tangisku meledak

“Chaerim pasti marah melihat kau begini” suara lembut  itu, Dara, dia disini, dia memelukku erat “hey chaerim, saranghaeyo, saeng” Dara tidak bisa menahan air matanya setelah mencium Chaerim dan kami semua akhirnya menangis bersama di samping tubuh malaikatku

 

** 2 bulan kemudian **

aku, wookie, dara, minho, duduk di taman. hari ini ulang tahun ke 17 Chaerim. aku mendongak ke atas & meneteskan air mata “hey, chaerim, apa kau bahagia? kami semua mencoba bahagia. aku jadi guru les, membantu teman-temanmu. tanpamu rumah sepi, sangat amat sepi. Key sering menanyakanmu & tidur di kamarmu sambil memeluk boneka-bonekamu”

“kau tau chagi, aku jadi model SM.E sekarang. seperti katamu, aku tampan” lanjut minho

“hey, chaerimku, aku sekarang kursus masak, suatu saat aku ingin buat choco pasta terenak, itu tuk mu” lanjut wookie sambil menangis & memegang photo chaerim kami

“saeng, ingatkah pada kalung yang kau tunjuk itu? aku sudah membelinya sekarang. lihat aku cantik kan? changmin blg aku cantik, tapi aku tidak secantik dirimu, malaikatku”

cincin saphire blue, jam, bandana, dress, cake, choco pasta, orange float, gitar, tas ungu, & photo terbaru kami.

itu semua adalah hadiah dari kami, disini kami akan selalu menyayangimu, malaikatku. saranghaeyo, My Little Princess, Shim Chaerim…

#np IN MY DREAM – Super Junior

4 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s