Tiramisu (part 5)


Hyuna
jam menunjukkan 11.55, air mataku trs mengalir, ku usap berkali-kalipun, tetap saja mengalir. tapi aku tetap tersenyum melihat namjachinguku, tetap ku gengam erat tangannya “tetaplah disampingku, tetaplah….” blm selesai ku ucapkan itu, aku melihat dia menangis. Minhyukku menangis di hadapanku. ku peluk dia, ku cium bibirnya yg pucat, lalu dia membalas ciumanku. dia memelukku erat, menciumku dengan lembut. lalu dia melepaskan ciumannya, & berbisik kepadaku “mianhae, jeongmal mianhae, Hyuna-ssi” aku hny tersenyum, dan mendekap tangannya “jam brp skg & tgl brp?” tanyanya padaku “jam 12.02, berarti tgl 3. waeyo, chagi?” dia tertawa “tak ingatkah kau, Hyuna?” aku bingung, dan dia tetap tertawa lepas, aku suka senyum & tawanya. senyum & tawanya membuat hidupku lbh berwarna “waeyo, chagi?” dia tersenyum “ambilkan tasku, lihat disitu ada kotak berwarna biru, dan ambilah” pintanya padaku, lalu ku ambil tasnya, & dia senyum licik padaku, aku suka itu
—–

 

Minhyuk
dia bingung knp aku tertawa ketika bertanya jam & tgl brp, dia trs menggerutu. ya, sifatnya yg manja itulah yg membuat aku bisa bertahan disini “ambilkan tasku, lihat disitu ada kotak berwarna biru, dan ambilah” akhirnya dia melihat kotak itu “bukalah” setelah dia buka, dia tersenyum manis sekali “sepasang cincin saphire blue??” ya, dia sangat suka warna saphire blue, dia pnh cerita ketika masuk smp, dia & kyu menemukan cincin berwarna saphire blue, tp ketika ingin di ambil, cincin itu sudah tidak ada, dan Hyuna menangis. Kyu menenangkannya “Saengil Chukae, chagi. jeongmal saranghaeyo” dia kaget, ternyata dia lupa hari ulang tahunnya. dia memelukku & menciumku “gamsahamnida, Minhyuk, saranghaeyo” lalu ku ambil cincin itu, & ku sematkan yg kecil pada jari manisnya, lalu dia menyematkan yg besar pada jari manisku “lihat, kita serasi kan. aduh, cantiknya. saranghae, oppa” melihat senyumnya, semakin berat ku meninggalkannya. aku bangun dari tempat tidur, melepas infus, & menariknya dalam-dalam di pelukku. dia menggembungkan pipi ketika ku lepas infus “yaa!! babo, kau tak ingin sembuh, hah!!” bentakannya sangat lucu. lalu ku ambil cameraku yg msh berfungsi, ku ambil bbrp photo bersamanya, tuk terakhir kali “saranghaeyo, Hyuna. Terima Kasih kau sudah mencintaiku sepenuh hati. skg aku bisa tenang. jaga diri baik-baik, ku tunggu kau disana” saat itu jadi badanku lemas, dan semua terlihat gelap, yg ku dengar hanya suara Hyuna sambil menangis berkali-kali memanggilku “Minhyuk! ya!! bangun, jangan tutup matamu. jangan tinggalkan aku” tp aku sudah lemas, tiba-tiba suara yg tadinya ramai, menjadi hampa, ternyata sudah saatnya “jeongmal saranghae, Hyuna”
—–

 

Hyuna
ketika melihat cincin saphire blue itu, Ya Tuhan aku baru ingat ini ulang tahunku. Minhyuk membelinya sepasang, satu untukku, & satu untuknya. kami slg menyematkan di jari manis kami. Minhyuk mengambil cameranya, & kami berphoto bersama, namun tiba-tiba dia berkata “saranghaeyo, Hyuna. Terima Kasih kau sudah mencintaiku sepenuh hati. skg aku bisa tenang. jaga diri baik-baik, ku tunggu kau disana” aku kaget, matanya mulai terpejam, ku goyang2 tubuhnya, sama sekali tak bereaksi. aku berteriak sangat kencang, lalu appa oemma, ahjumma, ahjussi, Kyu, Minhwa masuk ke dalam, aku trs memeluk Minhyuk “Minhyuk! ya!! bangun, jangan tutup matamu. jangan tinggalkan aku” saat itu aku mendengar desahannya sblm dia bnr2 menutup matanya tuk selamanya “jeongmal saranghae, Hyuna”, Ya Tuhan knp kamu ambil dia dihari ulang tahunku? inikah hadiah darimu? inikah kejutan darimu “Kang Minhyuk” teriakku sekeras-kerasnya, lalu tubuhku lemas, Kyu memegangiku “hei, kendalikan dirimu, terima keadaan!” aku menangis, hatiku sakit, pilu. itukah Minhyukku ketika tidur? tidur tuk selamanya tanpa membawaku bersamanya? “knp? knp kau pergi? bukankah kau berjanji akan selalu disampingku td? hah!! minhyuk, kau jahat!” itu kalimat terakhir yg ku lontarkan pada seorang Minhyuk yg sudah mati. aku menangis di pelukkan Kyu “sudahlah, dia tak suka kau menangis, dia ingin kau selalu tersenyum, hargailah keinginannya” Kyu berusaha menenangkanku, tp percuma. tak lama kemudian aku lemas, mataku terasa lelah, kepalaku pusing “ya!! hyuna, babo! hyuna, hyuna! hyuna!” aku mendengar suara Kyu & lainnya memanggilku tp mataku tetap terpejam.

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s