Tiramisu (part 3)


Hyuna
sesampainya di rumah sakit, aku & Kyu berlari ke UGD, di sana eomma & appa ku, lalu ada Ny & Tn Kang (orang tua minhyuk) & Kang Minhwa (kakak minhyuk). Ny Kang langsung berhambur ke arahku, dan memelukku erat. beliau menangis sangat amat dalam “dimana oppa?” tanyaku pada semua. lalu Minwha oenni menghampiriku dengan wajah lusuh “dia di UGD, dokter blg presentase minhyuk selamat sangat amat kecil” lututku tak bisa menopang tubuhku yg lemas, lalu eomma memelukku “berdoalah pada Tuhan, semoga Minhyuk kita baik-baik saja” Kyu membantuku berdiri, lalu aku memeluknya erat “harusnya aku bisa lebih keras padanya. harusnya dia tidak meneruskannya. harusnya skg Minhyuk sdg duduk di bangku taman kampusnya sambil baca sms dariku” hatiku hancur, Kyu diam, lalu dia menepuk pundakku “Minhyuk begitu krn dia sangat mencintaimu, hyuna. dia selalu melakukan yg terbaik agar kau tdk ngambek. agar jika kau lulus nanti, Minhyuk bisa lgsg melamarmu” mendengar itu, tangisku pecah. memang, Minhyuk pernah bilang akan melamarku setelah aku lulus SMA “chagi, setelah kau lulus SMA, aku akan melamarmu. kau mau kan?” “ne, oppa. pasti” jantungku serasa mau copot mengingat hal itu di saat Minhyuk sedang bertarung melawan maut “ya !! Kang Minhyuk, kau harus sembuh. aku tidak mau tahu~ kau tahu, aku susah payah mendapatkanmu, susah payah membuatmu menyatakan cintamu, jadi jangan harap kau bisa lepas dariku, karena kau dan aku terikat~ ingat itu hei, Minhyuk” teriakanku yg besar membuat kaget semua orang yang ada di lorong itu, bahkan aku pun kaget dengan ketiba-tibaan itu
—–

 

Kyuhyun
Hyuna menangis dlm pelukannku, Hyuna menyesali knp ia mengikuti kekeraskepalaan minhyuk mengantarnya, ia merasa tidak berguna. Hyuna trs diam dlm pelukanku, lalu tiba2 dia berdiri & menghadap pintu UGD “ya !! Kang Minhyuk, kau harus sembuh. aku tidak mau tahu~ kau tahu, aku susah payah mendapatkanmu, susah payah membuatmu menyatakan cintamu, jadi jangan harap kau bisa lepas dariku, karena kau dan aku terikat~ ingat itu hei, Minhyuk” aku dan yg lainnya yg berada di koridor sangat kaget. terutama aku, ternyata Hyuna memang sangat amat mencintai Minhyuk, dan aku ?? ah, mikir apa aku, Hyuna kan sahabatku sejak SMP, sudah ku anggap adikku “ya!! bodoh, kau berisik, Minhyuk & para dokter bisa kaget. jeongmal babo cheorom” lalu dia tersenyum padaku “dia pasti sembuh, dan pasti setelah aku lulus nanti, kita akan menikah. benarkan? hahaha” tawanya mulai sedikit riang, di tambah senyum orang tua minhyuk, dan kak Minhwa pun melanjutkan “hei, nanti aku mau dekor tamannya saja. kalian kan suka di taman, biar bagus di pandang” aku yg sedari tadi hanya dia, tersenyum, dan tertawa, menahan rasa yg begitu menyesak. rasa apa ini, aku tak ingin kehilangan Hyunaku, Hyuna yg slalu di sampingku ketika aku butuh, Hyuna yg …. “hah, mikir apa aku. Hyuna adalah kekasih Minhyuk yg juga sahabatku” sontakku lg dlm bathin

kami semua duduk menunggu kabar dari ruang UGD. Hyuna yg sedari tadi ku peluk. tiba-tiba, perlahan tapi pasti, aku mendengar Hyuna bernyanyi “You are the one” lagu kesukaanya
—–

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 4)

One response

  1. Pingback: Tiramisu (part 2) « Ganbatte Kudasai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s