Tiramisu (part 2)


Minhyuk
namun belum sempat kurasakan Hyuna merunduk lagi, ban motorku ternyata slip, dan motor pun oleng, lalu ada sebuah truk di depan kami. tabrakan hebat pun tak terelakkan lagi. tubuh Hyuna & aku terpental jauh, motor ku ringsek. saat kami terpental, aku melihat posisi jatuh Hyuna sangat tidak bagus, kepalanya di bawah. tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa, aku merasakan badanku lembab, ku mencium bau darah yg di guyur hujan. aku coba memanggil Hyuna, aku ingin bangun memeriksa keadaannya, helmku yg ia pakai terlihat retak, pecah, aku panik luar biasa. tapi aku tak kuat, rasanya sangat sakit. mataku mulai gelap, ku coba memanggil nama Hyuna berulang kali, tapi lama kelamaan suaraku habis, tiba-tiba aku mendengar Hyuna memanggilku keras “oppa oppa oppa” suara langkah kakinya, itu menandakan dia tidak apa-apa. aku lega Tuhan, jangan biarkan dia terluka, jagalah dia Tuhan. ku tutup mataku yang lelah, aku mendengar hyuna berteriak, dan ku rasakan kedua tangannya menggoyangkan tubuhku, lalu ia menangis keras “minhyuk, jgn tutup matamu, tetaplah terjaga, lihat aku, lihat aku, buka matamu!!” “minhyuk minhyuk” aku mendengar suara itu, hingga aku putuskan untuk tetap menutup mataku

—-

Hyuna
aku trs memanggil Minhyuk, saat aku tepat berada di depannya, Ya Tuhan, Minhyuk ku, aku menangis keras, dia melihatku lalu tersenyum, tapi matanya mulai sayu & ingin menutup, ku coba memanggilnya, agar ia tidak menutup matanya, & tetap terjaga “minhyuk, jgn tutup matamu, tetaplah terjaga, lihat aku, lihat aku minhyuk, buka matamu!!” “minhyuk minhyuk” aku menangis keras, lalu mata minhyuk menutup, dia memejamkan matanya, dan dia tersenyum. “aaaa, minhyuuk, bangun” aku menggoyangkan badannya & teriak sekencang-kencangnya. lalu semua orang berkerumun, & ambulans dtg membawa minhyuk pergi dariku. aku panik, lalu ku ambil hpku yg lecet-lecet, dan menelpon satu orang, Kyuhyun “Kyu, tasukete~” kyu kaget knp suaraku sesengukkan dan terengah-engah “yaa!! kau knp, kau dmn ?” “tlg aku, tlg minhyuk, dia sekarat. aku mohon, kyu. jemput aku di halte dekat sekolah” kyu yang bingung lgsg mengiyakan, lalu tak lama kemudian kyu dtg dg motornya, melihatku bersimbah darah, kemudian memelukku “aku & minhyuk kecelakaan disini, minhyuk, minhyuk sekarat di ambulans, mrk sdg membawa mereka”

—–

Kyuhyun
di sekolah, aku hny melihat bangku Hyuna kosong, entah knp kosongnya bkn krn dia blm dtg, tp lbh kpd, hmm, aku tak tahulah. tak lama Hyuna menelponku dengan suara yang sangat menyedihkan “Kyu, tasukete~” aku berteriak saking kagetnya “yaa!! kau knp, kau dmn ?” dengan suara payau dia memohon padaku “tlg aku, tlg minhyuk, dia sekarat. aku mohon, kyu. jemput aku di halte dekat sekolah” mworago ?? kecelakaan ? tanpa pikir panjang, aku ambil tas & menuju ke parkiran, & lgsg menuju ke tempat Hyuna berada. Ya Tuhan, aku sangat terkejut, motor minhyuk ringsek tertabrak truk yang barusan dari sekolahku, dan aku melihat Hyuna bersimbah darah, baju putihnya terkena darah yang masih sangat segar & luntur terkena air hujan, aku langsung melempar motorku dan berlari memeluk Hyuna “aku & minhyuk kecelakaan disini, minhyuk, minhyuk sekarat di ambulans itu, mrk sdg membawanya” Hyuna menuntunku ke arah ambulans, dan Ya Tuhan aku jauh lebih shock melihat Minhyuk yang aku kenal selama ini terbaring bersimbah darah “astaga, knp bisa seperti ini?” belum sempat aku bertanya, petugas menyuruhku minggir “hey kalian, cepat ke rumah sakit, kau juga nona, kau hrs di periksa. kekasihmu sangat kritis” tanpa pikir panjang, aku menarik Hyuna, dan menyuruhnya naik motor. aku & Hyuna naik motor menuju ke rumah sakit. Hyuna yg sejak tadi menangis dan memanggil nama Minhyuk, hatiku teriris melihat & mendengar suaranya seperti ini “sudahlah, jgn menangis, Minhyuk kuat, dia tdk akan apa-apa. kita berdoa saja. arasso” tapi aku tidak dengar suaranya mengiyakan, aku hanya dengar ia trs memanggil “Minhyuk, saranghae, jeongmal saranghae oppa. jangan tinggalin aku oppa” kalimat itu berulang-ulang di telingaku. rasanya ingin ku peluk erat dia.
—-

Hyuna
aku ikut Kyu naik motornya menuju rumah sakit, hatiku gelap, & tak tau hrs spt apa “Minhyuk, saranghae, jeongmal saranghae oppa. jangan tinggalin aku oppa” suaraku yang trs spt itu membuat khawatir kyu, ia mencoba menenangkanku, aku dengar itu, tp aku tak ingin menjawabnya “oppa, ku mohon, kau hrs bertahan. aku janji akan giat belajar, aku janji tdk akan ambekan & manja, aku janji tak akan memintamu dtg tengah malam tuk menemaniku belajar / sekedar jalan krn bosan. tp jangan pergi dariku oppa. saranghae”

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 3)

One response

  1. Pingback: Tiramisu (part 1) « Ganbatte Kudasai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s