Tiramisu (part 1)


Hyuna
*sorry sorry sorry sorry* bunyi sms dari hpku, ternyata dari Kyuhyun “baboo, cepat, ada byk tugas yg hrs di kumpulkan”, aish, kyu memang selalu begitu. aku bangun, lalu melihat jam, ternyata sudah jam 6 pagi. aku bergegas mandi, dan berpakaian. setelah itu ku buka jendela & menengadah ke langit “hey, terima kasih atas hari yang indah” lalu – tiiiin tiiiin – ku lihat ada motor besar, berwarna merah di depan rumahku. aku tersenyum padanya yang sedang melambaikan tangannya padaku “tunggu, sebentar lagi aku turun” teriakku padanya. kemudian ku ambil tas, & bergegas menghampirinya yang sedang berdiri menungguku. lalu ku tengadahkan kembali kepalaku “terima kasih juga atas Minhyuk yang selalu si sampingku” bathinku. “chagi, ayo kita berangkat, aku tak ingin kau terlambat” bibirnya yang basah mendarat indah di bibirku, yang lalu membuyarkan lamunanku, & sukses membuatku tersenyum total

oh ya, namaku adalah Irie Hyun Ah (Hyuna), aku blasteran korea & jepang. dia Kang Minhyuk (Minhyuk), kekasihku. aku kelas 3 di Seoul Int High School, sedangkan dia adalah mahasiswa tingkat 2 di Seoul National University. setiap hari dia selalu menjemputku. dia suka melihatku di pagi hari, karena dia bisa menciumku yang sedang fokus ke langit. menurutnya jika ia menciumku di pagi hari, seharian aku akan terus mengingatnya. hihii. aku suka dia. sangat amat suka.

——-

Minhyuk
aku suka melihatnya di pagi hari, karena aku bisa menciumnya yang sedang fokus ke langit. aku berharap jika aku menciumnya di pagi hari, seharian dia akan terus mengingatku🙂 “saranghaeyo, hyuna” bisikku sembari melingkarkan kedua tanganku di pinggangnya. “nado, oppa, jeongmal saranghae” aku sangat menantikan pagi, karena aku bisa melihatnya tersenyum manis, tapi aku takut suatu saat nanti tak bisa melihat senyumannya !!!

baru bbrp menit motorku melaju, hujan deras turun. lalu aku terus melaju karena aku harus mengantar Hyuna tepat waktu “oppa, sebaiknya kita berhenti. hujannya deras, aku tak mau kau sakit” ujar hyuna memintaku tuk berhenti. “gwenchana, chagi, kan kau sudah pakai helm & jas hujan, jadi tak apa. aku akan baik-baik saja” yakinku padanya

——-

Hyuna
baru bbrp menit kita meninggalkan rumah, hujan mengguyur. aku khawatir, ban akan slip. “oppa, sebaiknya kita berhenti. hujannya deras, aku tak mau kau sakit” pintaku pada minhyuk tuk berhenti, lalu di blg “gwenchana, chagi, kan kau sudah pakai helm & jas hujan, jadi tak apa. aku akan baik-baik saja” dia tetap bersikukuh. aku hanya tersenyum. begitulah chagiku, sangat bertanggung jawab, makanya aku sangat amat mencintainya “neol saranghae oppa, jeongmal saranghae” ku lingkarkan tanganku erat pada pinggangnya “hahaha. nado, my princess”

—-

Author
walaupun hujan deras menerpa mereka, mereka tetap melaju kencang. tanpa Hyuna sadari, kata-kata manis yang di ucapkan minhyuk hari ini adalah yang terakhir

—-

Minhyuk
“neol saranghae oppa, jeongmal saranghae” ia lingkarkan tangannya erat pada pinggangku, aku kaget “hahaha. nado, my princess” “ya !! pegangan, aku akan ngebut. jangan lepas helmmu ya” bentakku pada Hyuna. hujan pagi ini sangat besar, aku memberikan jaket & helmku padanya, aku tak ingin dia sakit. lalu ia merunduk di belakangku. badannya menggigil, aku panik “yaa ! chagi, gwenchana?? tahan sebentar lagi, setelah tikungan itu, kita sampai” “ne, gwenchana, oppa” suaranya yang menggigil, membuatku sedih, aku tak suka dia seperti itu.

—-

Hyuna
walaupun sudah menggunakan helm & jas milik minhyuk, ternyata dinginnya jauh lebih menusuk. aku menggigil, dan memeluk minhyuk “yaa ! chagi, gwenchana?? tahan sebentar lagi, setelah tikungan itu, kita sampai” suaranya tegas, tp panik. aku tau dia sangat khawatir, lalu aku coba tenangkan dia “ne, gwenchana, oppa”. namun belum sempat aku merunduk lagi, ban minhyuk ternyata slip, dan motor pun oleng, lalu ada sebuah truk di depan kami. tabrakan hebat pun tak terelakkan lagi. tubuhku dan minhyuk terpental jauh, motor minhyuk ringsek. ajaibnya aku tidak apa-apa, karena aku memakai helm minhyuk, pdhl kepalaku terbentur aspal jalanan yang sangat keras. helm minhyk retak-retak, dan seluruh badanku lecet.

setelah aku bisa bangun, aku melihat minhyuk ! minhyuk yang sangat amat aku cintai, minhyuk yang selama 3 tahun selalu ada di sampingku, skrg menjadi minhyuk yang bersimbah darah, seluruh badannya luka-luka parah! kepalanya terluka, dan mengeluarkan banyak darah! *bayangkan* matanya melemah & memanggil namaku berulang kali. Ya Tuhan, inikah Minhyuk ku ? Minhyuk kekasihku ? aku berlari ke arahnya & memanggilnya sekuat tenaga “oppa oppa oppa”

 

 

——– TO BE CONTINUED ——–

Tiramisu (part 2)

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s